Showing posts with label islam itu indah. Show all posts
Showing posts with label islam itu indah. Show all posts

Generasi Pewaris Nabi




          Seperti pepatah mengatakan, lihatlah apa yang dibicarakan, jangan hanya menilai seseorang dari penampilannya saja. Memang penampilan seseorang tidak bisa menentukan seberapa kadar iman atau seberapa dalam ilmu yang sudah dia pahami. Tetap berfikir positif dan yakini bahwa setiap orang punya kelebihan. Inilah sikap yang membuat diri menjadi mudah untuk menghargai orang lain, dan tatkala diri mengahargai orang lain maka hal itu pula yang ia dapatkan. Yakin bahwa sahabat lebih paham dari penulis……

          Ada kisah menarik yang semoga sahabat dapat mengambil manfaat daripadanya; alkisah ada seorang pemuda sunni, datang kerumah seorang muslim. Berjalan santai dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. Nampak cahaya islam telah lama merasukinya. Seketika mengetok pintu, 
“assalamu’alaikum”, “wa’alaikumsalam” jawab seorang bapak-bapak paruh baya seraya membuka pintu. 
“ada apa mas?” Tanya bapak itu, “bapak muslim?”, “ya.. saya muslim”. 
“Alhamdulillah….” Kata pemuda itu sembari melanjutkan, 

“adzan baru saja berkumandang pak, panggilan Allah sudah tiba. Ini bukan tentang saya anak muda dan bapak sudah tua, tetapi ini tentang kewajiban seorang muslim untuk mengingatkan kepada sesama muslim. Saya muslim, begitupun bapak. Oleh karena itu, mari kita sama-sama berangkat menuju masjid untuk sholat berjamaah pak”, dengan ketegasan yang terukir diwajah namun tak lupa dengan senyum tipisnya.

          Apakah sahabat berfikir hal itu biasa saja? Ohh.. tidak. Karena bisa jadi pemuda itu mendapatkan yang lebih baik dari apa yang disinari matahari dari timur sampai barat.

”jika Allah swt memberi hidayah kepada seorang lelaki lantaran anda, itu lebih baik bagimu daripada setiap apa yang disinari matahari” (H.R At Tabrani)

Dan itu adalah sebaik-baik perkataan seseorang. Kata-kata simple namun dapat menggetarkan penduduk langit. Hingga Allah-pun sayang padanya.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Qs. Al-Fushilat: 33)

          Apa gunanya ilmu jika tidak disampaikan. Apabila kita punya ilmu maka sampaikanlah. Bahkan ilmu “tambal ban” pun berharga, itu pun ilmu dari Allah. Karena bisa jadi ilmu ‘tambal ban” itu bermanfaat pula bagi orang lain. Bayangkan bila seharusnya kita menyampaikan akan tetapi tidak kita sampaikan. Ibarat seperti rantai. Dan sahabat adalah salah satu mata rantainya. Bayangkan bila kita tidak mengikat ujung satu dengan yang lainnya, tentu rantai itu akan terputus sehingga ilmu tidak akan tersampaikan karena keengganan kita dalam menyampaikan pesan. Bisa jadi karena Malu, Takut, dan Gengsi (betul gk..?), yang berakibat lemahnya generasi setelah kita.  Naudzubillah…

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap  mereka. ..” (QS An-Nisaa’ : 9)

          kita menghafal hadits, mengetahui siroh sahabat, banyak kajian yang kita hadiri, tidak akan bersambung jika tidak kita sampaikan. Hanya akan terputus pada diri kita. Tidakkah sahabat kasihan dengan ilmu yang ada pada diri ? ? kalo dia bisa berkata, mungkin perkataannya akan seperti ini,
 “wahai fulan/ah, tolong sampaikan aku kepada orang lain, aku ini ciptaan Allah yang ingin menjaga akhlaq banyak orang, bukan cuma dirimu saja. Sungguh aku tidak akan tenang jika belum engkau sampaikan kepada orang lain. Biarkan aku turut membantumu untuk menjaga teman yang kau cintai, dan orang-orang yang kau sayangi”

          Sahabat biarkan anak-anak kita, generasi setelah kita menikmati manisnya islam. Dan pastikan kita telah berkontribusi didalamnya. Karena jika tidak, kelak kita akan ditanya oleh seseorang yang didekat kita, “sahabatku mengapa dahulu didunia kamu tidak mengingatkan aku?”. Mudah-mudahan kita semua dapat menjawab pertanyaan itu dari teman-teman kita. insyaAllah mudah dijawab apabila memegang kata kuncinya. Apa itu? Yaitu Dakwah, Menyampaikan, atau dalam redaksi lain Kontribusi.

Inilah jalan pewaris para Nabi,
Tak peduli apa kata orang selama diri masih dijalan Allah
Baikkah…. Burukkah….
Samasekali tak mempengaruhi kualitas amalku,
Karena yang aku tuju hanya Ridho Allah
Tidak kurang… tidak lebih…

By : Keigo_ArRifaiy

PUASA: Ibadah Hemat, Sehat insyaAllah Dapat


Assalamu’alaikum wr.wb
Masih inget dgn blog ini kan ya? He4… semoga sahabat gk bosen baca postingan ane…… insyaAllah yang menulis maupun yang membaca dapet manfaatnya.. amiin

Nah fenomena jaman sekarang, beberapa muslim mengeluh bahwa ibadah itu terkesan berat dan menjemukan. Berat atau tidaknya sesuatu, sangat terkait dengan minat dan kebutuhan kita(baca:ikhlas). Pertanyaanya adalah seberapa sadar kita akan kebutuhan yang haqiqi itu. Sahabat masih ingat surat cinta Allah yang tertuang dalam QS. Adz-Dzariyat[51]:56, “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Islam memberikan solusi jitu, bagi mereka yang menginginkan ibadah kepada Allah namun manfaat lahiriah tetap ia dapatkan. Sahabat tentunya tidak asing lagi dengan “puasa”, ibadah yang murah dan membawa serta manfaat dari berbagai segi. Ada banyak macam puasa dengan seabrek pahala serta keuntungan, ada puasa senin-kamis, puasa asysyura’, puasa ayyamul bidh, puasa daud. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita, dosen-mahasiswa, semua orang dapat melaksanakannya. Lalu apa lagi yang menghalangi kita untuk berpuasa?

Inilah sedikit manfaat langsung jika sahabat berpuasa :
Pertama, dari segi ekonomi. Ibadah ini sangat cocok untuk dilakukan oleh sahabat, apalagi jika sahabat adalah seorang mahasiswa yang nge-KOST terutama ketika kalau-orang-orang sering sebut-“ TANGGAL TUA”.  Beberapa anggaran makan pun bisa dipotong dan dapat digunakan untuk membeli buku, dan lain sebagainya.

Kedua,  dari segi sosial. Keadaan diri sedang berpuasa membuat ingat kalau kita sedang menjalankan ibadah. Setiap detik waktu berpuasa, dinilai ibadah oleh Allah. Ibadah yang baik akan membuat wajah bersemburat cahaya keimanan, sehingga orang sekitarnya senang berada dekat-dekat denganya akan ikut terkena efek positifnya. Pun ketika bertemu dengan hal-hal yang kurang syar’i, kita lebih mudah mengidentifikasi karena sinantiasa dalam pikiran yang bersih untuk kemudian kita hindari hal tersebut.

Ketiga, dari segi kesehatan. Wow jelas… banyak orang telah membuktikan dan bahkan dokter dalam proses medisnya menyarankan pasien tertentu untuk puasa (walau beberapa jam saja), tetapi esensinya adalah puasa itu menyehatkan. Teringat dijaman ketika Rasulullah dianugerahi seorang thabib dari seorang  raja, sebagai tempat berobat jika ada umat yang sakit. Namun thabib tersebut-setelah sekin lama- mengeluh, “ kenapa dengan orang-orang ini? Apakah mereka tidak suka kepadaku, sehingga tidak ada yang mau datan gberobat padaku?”. Akhirnya Thabib tersebut paham bahwa kaum muslimin kala itu melakukan kebiasaan yang menyehatkan, yang mungkin sekarang kita sebut sebagai PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Salah satunya yaitu puasa…..   

Beberapa manfaat diatas tentunya bukan menjadi alasan utama kita dalam beramal shaleh. Sepatutnya kita sebagai umat muslim untuk beribadah hanya karena mengharap Ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala, manfaat tersebut hanyalah sebagai efek dari ketaatan kita. Seperti pepatah mengatakan, “ jika kita menanam padi maka rumput juga kita dapatkan. Tetapi jika kita menanam rumput maka padi tentu tidak kita dapatkan”.

Mungkin hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa para anbiya dan pengikutnya tidak pernah ragu dan tidak pula mereka bersedih hati. Karena dibalik ketaatan mereka, ada tersirat efek positif karenanya. Seperti firman Allah ‘azza wa jalla, “Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus[10]: 62-63)

Akan tetapi meskipun kita tahu beragam akan kebermanfaatannya.. kadang kita susah untuk membuat diri bangun lebih awal untuk menyiapkan hari serta sahur untuk puasa siang hari, betul gak?  Nampaknya hal ini terkait pula dengan aktivitas kita sebelumnya. Apakah banyak taat atau masih ada maksiat. Maksiat kepada Allah membuat diri susah bangun malam, betapa tidak? Bagaimana mungkin Allah berkenan membangunkan jika hati kita masih jauh dari-NYA, bermaksiat tanpa kita sadari. 

Karena itu tips dibawah semoga membantu sahabat untuk bangun malam.
1.      Niat yang lurus karena beribadah kepada Allah SWT
2.      Hindari maksiat pada siang hari sebelum puasa. Ini bisa menjadi latihan yang bagus untuk menahan hawa nafsu, karena sebagian besar maksiat adalah karena hawa nafsu
3.      Berdoa dan ber-azam untuk bangun malam. Mohon kepada Allah untuk dibangunkan esok hari
4.      Jangan tidur larut malam. Tentu jatah untuk tidur kita akan berkurang dan membuat mata enggan untuk menampakkan wujudnya. Akibatnya? Bangun kesiangan, badan lemas, cenderung susah untuk tersenyum(badmood)
5.      Minta teman sebelah kamar untuk membantu membangunkan, atau kalau tidak memungkinkan coba PDKT sama weaker

Jadi tunggu apa lagi? Mulailah dari sekarang, mulai dari yang ringan nan menyehatkan. Hitung-hitung sebagai persiapan diri menuju bulan yang dinanti-nanti, bulan yang penuh berkah dan maghfiroh, bulan dimana syaitan dibelenggu, yaitu bulan ramadhon-semoga sahabat masih ingat atmosfirnya-.
Semoga yang belum berpuasa mendapatkan ghirah untuk memulai, dan semoga yang sudah memulai terus dikuatkan oleh Allah SWT, serta yang sudah rutin kelak akan dipanggil Allah untuk memasuki jannah-NYA melewati salah satu pintunya, yaitu pintu puasa. Amiin.
                                                                                                                        Keigo_ArRifaiy


Sungguh Menakjubkan Perkara Seorang Muslim




"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya." (HR. Muslim, no. 2999)


            Sahabat sekalian, mohon maaf karena beberapa hari yang lalu Media Inspirasi Muslim belum diupdate lagi, karena skripsi sudah mulai merapat… hmm, sekalian mohon do’a semoga penelitian ini lancar dan menjadi salah satu segmen dalam dakwah. Allahumma amiin.


              Sabar dan Syukur. Seperti dua keeping mata uang. Dua perkara yang terlihat ringan namun banyak umat tergelincir karena melalaikannya. Memang sepertinya terlihat gampang-gampang susah.. tapi insyaAllah banyak gampangnya sesuai dgn  yang saya sebut tadi (gampangnya 2x, dan susahnya cm 1x). 
         Nampaknya bersyukur atas kelapangan dan kemudahan lebih sulit dari bersabar atas cobaan. Mungkin itulah yang menyebabkan orang yang pandai bersyukur cenderung lebih sedikit daripada orang yang bersabar. Dan akan lebih mudah jika kita melihat atau mengamati kisah tentang pokok bahasan kita ini untuk kemudian berlatih menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari..

            Suatu ketika ada seorang -maaf- pemulung sambil memikul “bagor”nya, berjalan gontai. Butiran keringat didahi mengisyaratkan betapa melelahkan hari itu. Berpapasanlah dijalan dengan empat orang santri yang ditangannya masing membawa berkat setelah menghadiri acara syukuran pembukaan sebuah laundry. Seketika mata sang pemulung itu tertuju pada nasi kotak yang dibawa. Betapa mengejutkan salah seorang santri kemudian berkata,

            “bapak mau nasi kotak ini pak?”. Seketika suara langkah mereka tidak terdengar lagi.

            “mau mas…”, sahut si bapak dengan wajah berseri (belum pernah melihat seorang pemulung dengan wajah seperti itu).

            “yasudah ini buat bapak aja….”

             “Alhamdulillah…… makasih mas, semoga diganti sama Allah dengan yang lebih banyak”. Setelah saling melempar senyum merekapun berlalu.


            Sungguh islam itu indah. Segalanya nampak menakjubkan jika kita memiliki Frame atau sudut pandang ala islam. Kisah diatas merupakan salah satu contoh kecil dalam sabar dan syukur. Apakah sahabat tau dibagian mananya? ^^. Coba kita pilah menjadi beberapa sudut pandang untuk mempermudah…


1.  Si Bapak : sungguh bahagianya mendapatkan nasi kotak, dan mungkin melebihi bahagianya kita jika memakannya. Namun seketika itu pula ia taklupa kepada Allah ta’ala.. dengan memujiNya (Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah), sebagai salah satu bentuk syukur kepada Allah. (semoga Allah membersamai langkahnya)

2.      Si Santri : apakah ia menyesal setelah memberikan berkatnya? Kecewa karena teman2nya membawa berkat yang utuh sementara dia tidak samasekali? Saya rasa tidak. Sungguh bahagianya santri itu dapat membuat orang bahagia karena sumbangsihnya. Bahagianya merupakan bagian dari sabar yang terselubung, dikemas dalam bentuk yang lebih indah.


          Cerita diatas memang tak sehebat cerita para nabi(ulul ‘azmi) bersama sahabat2nya. Tetapi insyaAllah cukup untuk memberi contoh kepada kita tentang indahnya sabar dan nikmatnya syukur. Dan Allah Ta’ala pasti memberikan setiap yang bernyawa itu ujian..


“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”(Al-Anbiya’: 35)


Setiap Ujian apapun itu, pasti membutuhkan jawaban, iya gak? Kalau ujian Allah terkait keburukan-kebaikan, kelapangan-kesempitan, sehat-sakit, yang dapat membolak-balikkan hati, maka sabar dan syukur adalah jawaban atas ujian itu. Sahabat, buatlah kisahmu sendiri.. ujian Allah bisa datang kapansaja, mari jawab ujian itu dengan sebaik-baik jawaban. Hingga Allah berkenan memasukkan kita ke JannahNya melewati pintu sabar/syukur. Amiin
Wallahu a’lam bishshowab


by: Keigo_ArRifaiy

Kisah Nyata: Kisah Pemuda Islam di Negeri Paman Sam



            Adalah seorang pemuda Islam, baru saja menyelesaikan studinya di Amerika. Beruntung pemuda ini diberikan nikmat oleh Allah Ta’ala… dikaruniai Pendidikan Agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Dimanapun dia berada, selalu menebarkan kebaikan hingga semua orang yang berada didekatnya merasa nyaman dan aman. Selain sebagai pelajar, pemuda ini juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika Serikat, dia berkenalan dengan seorang Nasrani. Nampaknya seorang Nasrani ini tau kepribadian pemuda ini. Singkat cerita hubungan mereka menjadi lebih akrab, tentunya dengan harapan.. bahwa temannya tersebut kelak akan mendapatkan cahaya islam, nikmat terbesar bagi seorang manusia.. karena jika kita bukan seorang muslim, dan meninggal bukan dalam keadaan muslim.. maka sahabat tentu tau akibatnya. Na’udzubillah!  
            Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, serentak para hadirin menyambut kedatangannya dengan berdiri kemudian duduk lagi.
            Pendeta tersebut sontak kaget dan terbelalak setelah sepasang bola matanya menyapu penonton seraya berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda Muslim itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar.
            Seketika timbul pikiran dari pendeta tersebut untuk memanfaatkan pemuda ini dengan cara memojokkannya dihadapan para hadirin dan demi mengukuhkan markas besarnya. Maka dipanggillah pemuda itu dan memberikan tantangan debat kepadanya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut dengan yakin. Karena sesungguhnya kepada wali Allah itu, mereka tidak khawatir dan tidak pula mereka bersedih hati (QS.[10]:62)
             Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata,"Silahkan!"Sang pendeta pun mulai bertanya:
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari
api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah, setelah itu membaca tasmiyah, “bismillahirrahmaanirrakhiim”, Pemuda Muslim itu menjawab pertanyaan sang pendeta:
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.Allah SWT berfirman,"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."(Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.Allah SWT berfirman,"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis Allah SWT berfirman:"Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang".(Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka."(Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan,musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.Allah SWT berfirman,"Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat."(Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf AS .
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan (paus) yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf ,yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,"tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata,"Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah (pasukan penghancur ka’bah) dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar."(Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.
Kemudian ia pamit dan melangkahkan kaki hendak pergi. Namun sejenak pemuda tersebut timbul inisiatif. Sang Pemuda meminta kepada pendeta agar menjawab hanya satu pertanyaan saja. Pendeta tersebut menyetujuinya. Pemuda ini berkata:"Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti ragu dan rona wajahnya pun berubah panik. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Jama'ah Gereja berkata:"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia
 jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya?!”. Lalu Pendeta tersebut berkata: "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah".
Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata: "Jawabannya ialah: Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."
Merinding bulu kuduk, berdiri bulu tangan, bergetar hati mereka… kebenaran yang sebenarnya sudah mereka dapati. Maka seketika itu pula para hadirin langsung memeluk Islam tak terkecuali sang pendeta.

Sahabat, beruntung kita sudah berislam.. tanpa harus bersusah payah untuk mencarinya. Tetapi yang menjadi masalah kita sekarang bukan bagaimana mencari islam, tetapi bagaimana agar islam kita menjadi kaffah.. semoga kisah diatas dapat menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan umat.. barakallah
* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)


<Kisah nyata ini disadur dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah>
By: Keigo_ArRifaiy